Kegiatan Deklarasi Kader Konservasi Hutan di Banyuwangi

Banyuwangi – Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Barat, Muklisin, S.Hut, mengukuhkan 2.000 kader konservasi hutan dalam kegiatan Deklarasi Kader Konservasi yang digelar di Lapangan Sidomulyo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, pada Kamis, 21 Mei 2026.

Acara ini juga memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional (International Day for Biological Diversity) yang diperingati setiap tanggal 22 Mei. Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Peran Masyarakat dalam Menjaga Keseimbangan Ekologi untuk Masa Depan Berkelanjutan.”

Ketua Panitia, Nur Hamid, menyampaikan bahwa kegiatan ini digagas atas kesadaran pentingnya merawat hutan agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

“Sebanyak 2.000 peserta hadir dari berbagai wilayah di Banyuwangi untuk mendeklarasikan komitmen menjaga hutan,”

ujarnya.

Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Barat mengapresiasi langkah swadaya masyarakat yang membentuk kader konservasi. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah sadar akan pentingnya menjaga kelestarian hutan.

“Dampak kerusakan hutan dapat mengakibatkan banjir, longsor, dan musibah lainnya. Oleh karena itu, Perhutani sangat mendukung gagasan masyarakat, khususnya di Desa Jambewangi,”

katanya.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Dusun Sidomulyo yang tetap menjaga hutan agar tetap lestari meskipun berladang di areal hutan produksi Perhutani.

“Ada banyak perubahan ekonomi masyarakat yang semakin membaik karena pemanfaatan hutan dengan bijak,”

tambahnya.

Kepala Desa Jambewangi, Maskur, S.Ag, menyatakan pihaknya terus mendorong masyarakat agar bisa mendapatkan penghasilan dari pemanfaatan hutan, namun tetap dengan prinsip tidak merusak lingkungan.

Hadir pula Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi sekaligus Ketua Bapemperda, Ahmad Masrohan, S.Ag. Ia mengatakan akan menyiapkan rancangan peraturan daerah terkait pemanfaatan hutan agar masyarakat yang berladang memiliki payung hukum yang jelas.

Perwakilan Pemkab Banyuwangi, Alif, menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan konservasi ini.

“Ke depan, semua elemen bisa bersinergi dengan baik untuk merawat hutan agar tetap lestari, sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,”

ujarnya.

Rangkaian acara ditutup secara simbolis dengan penanaman pohon di tepi sungai yang berdekatan dengan lokasi acara seremonial tersebut. Jenis pohon yang ditanam antara lain beringin, trembesi, sukun, alpukat, durian, dan lainnya. Kegiatan ini dinilai berkontribusi dalam penyerapan karbon yang saat ini menjadi isu global.

Acara berjalan lancar dengan dihadiri oleh unsur Forkopimka Sempu, perangkat desa, dan masyarakat setempat.

INFOMASUK