LPG 3kg di Banyuwangi hilang dari peredaran
Stok LPG 3kg di Banyuwangi langka menjelang hari raya. Simak respon masyarakat dan fakta di lapangan!
Banyuwangi (17 Maret 2026)
Respon Masyarakat Terhadap Pernyataan Wakil Bupati
Masyarakat Banyuwangi merespons keras pernyataan Wakil Bupati Banyuwangi yang menyatakan stok LPG 3 kg aman. Warga menilai pernyataan ini tidak sesuai dengan realitas di lapangan, terutama menjelang hari raya, di mana gas melon menjadi langka. PT Pertamina, sebagai perusahaan negara yang bertanggung jawab atas distribusi gas, seharusnya memiliki data pasti tentang kebutuhan dan konsumsi masyarakat. Namun, faktanya, masyarakat masih kesulitan mendapatkan gas melon.
Pertanyaan besar muncul mengenai akurasi data yang dimiliki Pertamina tentang kebutuhan masyarakat. Konversi minyak tanah ke gas pada awalnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah seharusnya mengambil sikap pro-rakyat, terutama di tengah situasi ekonomi yang sulit. Usaha mikro harus difasilitasi agar dapat bertahan, bukan malah disibukkan dengan kelangkaan gas melon.
"Pemerintah seharusnya mengambil sikap yang pro dengan rakyat di tengah situasi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja," kata salah satu warga. "Fasilitasi usaha mikro agar ekonomi tingkat bawah tetap bertahan, bukan sebaliknya menyusahkan rakyat."
Usaha mikro, yang merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat, semakin terpuruk akibat kelangkaan gas melon. Mereka harus berjuang untuk mendapatkan gas, yang semakin membuat rakyat kecil semakin sulit. Sebagai pelayan masyarakat, Pertamina dan pemerintah seharusnya melayani kebutuhan rakyat. Masyarakat berharap Pertamina dan pemerintah lebih serius menangani masalah ini.
"Kami hanya ingin kebutuhan gas kami terpenuhi, tidak lebih," kata warga lain. "Jangan membuat kami semakin sulit."
Bu Sih, penjual tahu lontong di wilayah timur Stasiun Kalisetail, Desa Sempu, Kecamatan Sempu, mengaku sudah seminggu ini kesulitan membeli LPG 3 kg. Toko langganannya yang setiap hari dibeli hanya disuplai oleh pangkalan seminggu sekali, sedangkan pembeli dari luar wilayah juga banyak datang ke sini karena di tempat asal stok juga tidak ada.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda juga mengalami kesulitan mendapatkan gas melon? Apakah Pertamina dan pemerintah daerah sudah melakukan yang terbaik untuk masyarakatnya? (INFOMASUK)